Jumat, 22 September 2017

Strategi Penjualan Honda Supra GTR 150



Strategi Penjualan Honda Supra GTR 150




Setelah



memenangkan pertarungan penjualan di kelas bebek sport 150cc di bulan Juli 2017, Honda Supra GTR 150 kembali kalah melawan keperkasaan Yamaha MX King di bulan Agustus 2017. Apa yang membuat Honda Supra GTR 150 tak mampu menggeser penjualan Yamaha MX King?. Berkat permainan striping yang makin manis pada bodinya Honda Supra GTR 150 sukses menggaet konsumen lebih banyak daripada kompetitornya. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Kesuksesan ini hanya berlangsung sebulan. Apakah ini berarti permainan setriping saja tidak cukup untuk mendongkrak penjualan Honda Supra GTR 150.
Menurut pendapat Pribadi embel-embel supra pada Honda Supra GTR 150 membuatnya mlempet dalam hal penjualan. Seperti yang kita ketahui bahwa gen supra terkenal dengan sosok motor yang elegan, irit dan tangguh. Siapa yang nggak tahu motor supra? Semua orang Indonesia bias dipastikan pasti mengetahuinya. Lihat saja mulai dari Supra gen pertama yang masih 100cc, lalu Supra X yang juga masih 100cc, Supra X 125, supra X 125 Helm In, semuanya laris manis. Tapi kenapa Supra GTR 150 tidak selaris pendahulunya?. Ya…. Nama Supra yang sudah terlanjur dengan imej motor elegan, motornya bapak-bapak, nggak bias dioprek, sulit untuk dimodif menjadi boomerang bagi Honda Supra GTR 150.

Padahal Honda Supra GTR 150 diproduksi dengan desain yang agresif, sporti, irit dan tangguh di segala medan. Sepertinya nama Supra perlu dihilangkan pada Honda Supra GTR 150 Menjadi Honda GTR 150. Setrategi penghilangan nama Supra juga pernah dilakukan AHM pada Generasi Supra yaitu Supra Fit.
Ya…..  Supra Fit gen awal diganti dengan nama Honda Fit X dan Honda Fit S. namun pada akhirnya duo Honda Fit X dan Honda Fit S didiscontinue produksinya karena tuntutan pasar yang mulai beralih ke motor-motor yang mempunya kapasitas cc lebih besar.